Tampilkan postingan dengan label Bio-logis-tik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bio-logis-tik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Februari 2023

PERUBAHAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP (Bagian 1) ---MATERI KELAS X SEMESTER GENAP--- KURIKULUM MERDEKA

 ---- KEGIATAN AWAL PEMBELAJARAN ----

📌 Note :
Pernahkah kalian mengamati sawah yang berada disekeliling sekolah?

Bagaimana kondisi sawah tersebut pada saat bulan Desember 2022?

Ceritakan kepada teman sebangkumu tentang kondisi sawah berdasarkan apa yang kamu ingat!

Coba amati kondisi sawah pada saat bulan Februari 2023? Apa yang berubah?

Ceritakan kembali kepada temanmu perbedaan kondisi sawah pada bulan Desember 2022 dan Februari 2023!

Kalau kalian bisa menceritakan kondisi sawah dengan lancar, selamat! Kalian berarti punya bakat alami untuk mengomunikasikan informasi.





📌 Konteks Pemantik :

--- Si Paling Ingin Tahu ---
Kali ini kalian berperan sebagai seorang scientist yang sedang melakukan penelitian disekitar areal SMAN 1 Taruna Madani Jatim. Berbagai tantangan kalian hadapi saat ingin melakukan penelitian, peralatan yang kurang memadai, akses jalan yang buruk, dan keterbatasan ruang gerak untuk melakukan penelitian. Tetapi kalian tidak menyerah!

Kalian berperan menjadi seorang ecologist. Peneliti yang punya hubungan spesial dengan alam. (Sumber: IconScout)


--- A. Persiapan (alokasi waktu: 10 menit)---
Sebagai seorang junior ecologist, kalian mutlak memerlukan uluran tangan untuk penelitian. Tenang saja, kalian akan mendapatkan bantuan berupa petunjuk penelitian. Sudah siap? 
  1. Tataplah mata teman sebangku kalian.
  2. Katakan, "Apa kamu mau menjadi rekan penelitianku?".
  3. Tunggu sejenak respon dari teman sebangku kalian.
  4. Jika rekan sebangku kalian tidak mau, kalian harus mencari pasangan yang lain. Masing-masing kelompok beranggotakan 2 orang peneliti. Jika kalian tidak mendapatkan pasangan, sampaikanlah kepada guru mapel kelas untuk dicarikan solusi.
  5. Siapkan pulpen, pensil, buku, penggaris, dan kamera (ponsel).
  6. Bersiaplah untuk melakukan pengamatan diluar kelas. Diskusikan bersama rekanmu, lokasi yang menurut kalian terbaik untuk dilakukan penelitian.

--- B. Pembagian Kelompok (alokasi waktu: 10 menit)---
Kalian sudah mendapatkan anggota kelompok bukan? Beritahukan anggota kelompokmu kepada guru mapel kelas, agar datanya dapat dicatat. 
  1. Sebelum kalian keluar untuk melakukan pengamatan, terlebih dahulu ada yang perlu kalian siapkan!
  2. Secara individu didalam buku kalian masing-masing, buatlah tabel sederhana, tuliskan pertanyaan/permasalahan yang muncul dalam pikiran kalian, serta prediksi jawaban dari pertanyaan tersebut. Contoh tabelnya bisa dilihat pada Tabel 1.
  3. Waktu untuk menuliskan pertanyaan/permasalahan serta prediksi jawaban adalah 10 menit!
Tabel 1. Permasalahan dalam Ekosistem Sawah


--- C. Pengamatan Lapangan (alokasi waktu: 40 menit)---
Kalian bersiap untuk melakukan pengamatan. Tidak lupa, semua peralatan sudah kalian siapkan. Selanjutnya, kalian berjalan menuju lokasi pengamatan. Usahakan tidak mengganggu kegiatan belajar teman-teman yang lain! Jagalah kesopanan dan ketertiban!
  1. Tentukan satu tempat pengamatan, pastikan tempat tersebut berada dalam area sekolah.
  2. Buatlah tabel pengamatan sederhana seperti dibawah ini. Lengkapi seluruh data yang dibutuhkan pada tabel pengamatan tersebut. Contoh formatnya silahkan lihat dibawah ini, yaa.
Contoh laporan pengamatan. Silahkan gunakan format ini.



--- D. Analisis Data ---
Proses pengamatan pastinya akan menghasilkan data. Data yang kalian dapatkan perlu direkam dengan benar dan baik. Gunakan format laporan pengamatan diatas untuk merekam data pengamatan kalian. Data tersebut perlu diproses dan dianalisis. Coba tanyakan kepada guru mapel kelas kalian cara untuk menganalisis data.

--- E. Pembahasan ---
Bagian pembahasan baru dapat dikerjakan setelah proses analisis data selesai. Bagian pembahasan akan kita pelajari pada pertemuan berikutnya.





Demikian kegiatan belajar mengenai ekosistem pada pertemuan kali ini. Stay tune untuk mendapatkan pembaruan informasi. Setiap update informasi di-blog akan dikirim kepada ketua kelas kalian. Semangat Belajar!!

Rabu, 11 Januari 2023

INOVASI TEKNOLOGI BIOLOGI --- MATERI KELAS X SEMESTER GENAP --- KURIKULUM MERDEKA --- (Bagian 2)

---- BAGIAN PENGAYAAN ----

📌 Note :
Bagian 2 ini saya tulis sebagai materi pengayaan untuk peserta didik SMAN 1 Taruna Madani Jatim, kelas X, yang saat ini (Januari 2023) sedang belajar tentang "Inovasi Teknologi Biologi". Bagian pengayaan ini bisa juga dipahami sebagai informasi tambahan untuk menambah khazanah kalian, beberapa informasi mungkin akan terkesan redundan, tetapi penting untuk disimak agar pemahaman kalian lebih holistik. Please enjoy, dan selamat belajar yaa! 😉


SEJARAH BIOTEKNOLOGI
Sejarah Bioteknologi sudah dimulai sejak lama, literally lama, karena Bioteknologi berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Saya merangkum sejarah perkembangan Bioteknologi dari berbagai sumber, dan berikut ini hasilnya:
  • 8000 SM: Pengumpulan benih untuk ditanam kembali. Bukti bahwa bangsa Babilonia, Mesir, dan Romawi melakukan praktik pengembangbiakan selektif (seleksi artifisal) untuk meningkatkan kualitas ternak.
Ilustrasi bangsa mesir dalam hieroglif, menceritakan tentang seleksi hewan untuk ternak.
  • 6000 SM: Pembuatan bir, fermentasi anggur, membuat roti, membuat tempe dengan bantuan ragi.
  • 4000 SM Bangsa Tionghoa membuat yogurt dan keju dengan bakteri asam laktat.
Potongan keju tertua ditemukan dalam tubuh mumi di Cina.

  • 1500: Pengumpulan tumbuhan di seluruh dunia.
  • 1665: Penemuan sel oleh Robert Hooke (Inggris) melalui mikroskop.
Gambar potrait Robert Hooke yang sedang berada dalam laboratorium.

  • 1800: Nikolai I. Vavilov menciptakan penelitian komprehensif tentang pengembangbiakan hewan.
Nikolai I. Vavilov, seorang ilmuwan dari Uni Soviet, sejak lama telah memprediksi krisis pangan yang akan dialami oleh manusia.

  • 1880: Mikroorganisme ditemukan.
  • 1856: Gregor Mendel mengawali genetika tumbuhan rekombinan.
  • 1865: Gregor Mendel menemukan hukum hukum dalam penyampaian sifat induk ke turunannya.
Gregor Mendel, peneliti yang menemukan dasar ilmu Genetika.

  • 1919: Karl Ereky, insinyur Hongaria, pertama menggunakan kata bioteknologi.
Foto dari Karl Ereky, father of Biotechnology.

  • 1970: Peneliti di AS berhasil menemukan enzim pembatas yang digunakan untuk memotong gen gen.
  • 1975: Metode produksi antibodi monoklonal dikembangkan oleh Kohler dan Milstein.
Kohler dan Milstein, penemu antibodi monoklonal.
  • 1978: Para peneliti di AS berhasil membuat insulin dengan menggunakan bakteri yang terdapat pada usus besar.
  • 1980: Bioteknologi modern dicirikan oleh teknologi DNA rekombinan. Model prokariot-nya, E. coli, digunakan untuk memproduksi insulin dan obat lain, dalam bentuk manusia. Sekitar 5% pengidap diabetes alergi terhadap insulin hewan yang sebelumnya tersedia).
  • 1992: FDA menyetujui makanan GM pertama dari Calgene: tomat “flavor saver” (Flavr Savr).
Tomat flavor saver yang tidak cepat busuk.
  • 2003: Perampungan Human Genome Project
Timeline perkembangan Human Genome Project.


BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL
Prinsip bioteknologi ini sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu oleh umat manusia. Adapun manfaat dari bioteknologi konvensional adalah sebagai berikut:
  • Meningkatkan kandungan gizi dari produk pangan baik berupa makanan dan minuman.
  • Membantu proses peningkatan agrobisnis sebagai usaha untuk memproduksi bahan baku.
  • Menambah jumlah lapangan kerja dan meningkatkan penghasilan masyarakat.
  • Memperbanyak produk dari industri rumah tangga.
Beberapa bidang kehidupan manusia juga berkembang sejak dikenal teknik Bioteknologi konvensional, seperti bidang pangan, pertanian, peternakan, dan juga kesehatan serta pengobatan.

CONTOH BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL
Bidang Pangan
Berikut ini adalah beberapa contoh produk bioteknologi dalam bidang pangan, antara lain:
  • Tempe, berbahan baku kedelai yang memanfaatkan enzim Protease dan jamur Rhizopus oligosporus sebagai agen biologinya.
  • Tauco, berbahan baku kedelai dengan memanfaatkan enzim Protease dan agen biologi Aspergillus oryzae.
Tauco biasa digunakan untuk penyedap masakan.

  • Kecap, berbahan baku kedelai yang memanfaatkan enzim Protease dan agen biologi Aspergillus soyae.
  • Oncom, berbahan baku bungkil kacang dan ampas tahu, dengan menggunakan enzim Protease dan agen biologi Monilia sitophila.
Oncom, memiliki warna khas oranye dibagian luarnya. 

  • Yoghurt, berbahan baku susu dengan memanfaatkan enzim Laktase dan ageni biologi bakteri Streptococchus themophillus atau bakteri Streptococus vulgaris.
Yoghurt memiliki tekstur lembut, rasanya masam, dan viskositasnya tinggi.

  • Keju, berbahan baku susu dengan enzim Lipase dan agen biologi Lactobacillus.
  • Mentega, berbahan baku susu, enzim Lipase, dan juga bakteri Lactobacillus lactis atau bakteri Streptococcus lactis.
Mentega terbuat dari susu hewan ternak. Lazimnya, bahan baku pembuatan mentega adalah susu sapi.

  • Tapai ketan, berbahan baku beras ketan dan memanfaatkan agen biologi Saccharomyces cereviceae.
  • Asinan, berbahan baku kubis dengan bantuan enzim Laktase dan bakteri Lactobacillus plantarum.
Sauerkraut, asinan khas Jerman. Bahan baku utamanya adalah kubis.

  • Sirup dengan bahan baku gula dengan bantuan enzim Amilase dan bakteri Bacillus subtulis.
  • Nata de coco, berbahan baku air kelapa dengan memanfaatkan enzim Selulase dan bakteri Acetoacter xylinum.
Nata de coco, terbuat dari air kelapa.

  • Es krim, berbahan baku susu dengan bantuan enzim Laktase dan bakteri Saccharomyces fungilis.
  • Kombucha, minuman dari fermentasi teh manis. Beberapa mikroorganisme yang membantu proses pembuatan kombucha antara lain, Acetobacter xylinum, Acetobacter aceti, Acetobacter pastenunanus, Brettanamyces bruxellensis. Brettanamyces intermedius, Saccharomuces cerevisiae, Candida formata, Gluconobacter, Mycoderma, Mycotorula, Pichia, Schizosoccharomyces, dan Torula.
Bagian scoby dari kombucha sekilas mirip dengan nata de coco.


Bidang Pertanian
Berikut ini adalah beberapa contoh Bioteknologi untuk pertanian:
  • Hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam.
  • Tanaman mustard alami mengalami proses seleksi oleh manusia, sehingga bisa menghasilkan brokoli, kembang kol, dan kubis.
Skema selective breeding pada tanaman mustard liar.


Bidang Peternakan
Berikut ini adalah beberapa contoh Bioteknologi untuk peternakan:
  • Domba Ankon, yaitu domba yang mempunyai kaki pendek dan bengkok akibat adanya proses mutasi alami.
Ancon sheep, domba berkaki pendek.
  • Sapi Jersey, yaitu sapi penghasil susu yang mempunyai kandungan krim jauh lebih banyak setelah mengalami mutasi oleh manusia.
Sapi Jersey, warna tubuhnya coklat. Sapi jenis ini memiliki carbon footprint 20% lebih rendah daripada jenis sapi lainnya.



BIOTEKNOLOGI MODERN
Bioteknologi modern kita kenal dengan teknik yang lebih jauh melibatkan rekayasa genetika sehingga menghasilkan DNA rekombinan dan organisme transgenik.

CONTOH BIOTEKNOLOGI MODERN
Berikut ini beberapa contoh Bioteknologi modern:
  • Profil DNA.
  • Kloning DNA.
  • Analisis genom.
  • Transgenesis.
  • Xenotransplantasi.
  • Sel punca dan rekayasa jaringan.
  • Bayi tabung/ inseminasi buatan
  • Antibiotik
  • Vaksin

PEMANFAATAN INOVASI TEKNOLOGI BIOLOGI DALAM BIDANG KESEHATAN
Bioteknologi juga dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, berikut ini adalah contohnya:
  • Interferon, obat yang dihasilkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Biasanya diberikan kepada penderita kanker dan hepatitis.
Interferon yang digunakan untuk penderita hepatitis atau kanker.

  • Insulin, hormon buatan yang digunakan untuk mengontrol kondisi kadar gula darah. Hormon ini biasanya disuntikkan untuk penderita diabetes.
  • Vaksin, bahan antigenik yang dimanfaatkan sebagai penghasil kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. Pemberian vaksin biasa disebut imunisasi atau vaksinasi.
  • Penisilin, antibiotik yang digunakan sebagai obat untuk mengatasi infeksi akibat bakteri dan jamur.
Antibiotik yang pertama, ditemukan oleh Alexander Flemming.

  • Hormon pertumbuhan, hormon yang dibuat sebagai obat untuk mencegah kekerdilan dan sebagai bahan untuk membantu proses penyembuhan.
  • Beta endorfin, hormon buatan yang bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit. Hormon ini biasa diberikan untuk penderita gangguan kejiwaan seperti skizofrenia.
  • Aktivator plasminogen, obat yang bermanfaat untuk mencegah stroke dan juga melarutkan darah yang beku.
  • Interleukin 2, protein yang juga bermanfaat untuk mengaktifkan kembali sistem imunitas tubuh.
  • Antibodi monoklonal, antibodi buatan yang digunakan untuk menyerang dan kemudian membunuh sel-sel tumor dan kanker.
  • Enzim, protein yang bermanfaat untuk meningkatkan reaksi atau berfungsi sebagai biokatalisator yang baik. Pemanfaatannya biasa digunakan untuk keperluan manusia dan bidang industri.

MACAM BIOTEKNOLOGI
Menurut Biotech Health, ada banyak cara untuk mengelompokkan bioteknologi, tapi penggunaan kode warna adalah yang paling populer. 

Tujuannya agar kita lebih mudah mengingat area-area penelitian bioteknologi yang berbeda.

Ada empat subbidang utama bioteknologi, yakni bioteknologi medis (merah), bioteknologi agrikultur (hijau), bioteknologi industri (putih), dan bioteknologi lingkungan (abu-abu). 

Mari kita bahas lebih lanjut masing-masing subbidang tersebut:

1. Bioteknologi Merah


Bioteknologi merah berhubungan dengan ilmu kedokteran dan produk untuk kesehatan hewan, bioteknologi medis memiliki fungsi utama untuk menemukan obat sekaligus menyembuhkan dan mencegah penyakit. 

Bidang ini melibatkan studi sel bakteri, tumbuhan, dan hewan untuk memahami fungsinya di level dasar.

Bioteknologi medis banyak melibatkan studi DNA untuk mengetahui cara memanipulasi susunan genetik sel demi meningkatkan produksi karakteristik yang bermanfaat bagi manusia, seperti produksi insulin.

Bidang ini biasanya menghasilkan perkembangan obat-obatan dan terapi baru. 

Contohnya adalah vaksin, antibiotik, teknik diagnostik molekular, serta teknik rekayasa genetik untuk menyembuhkan penyakit.


2. Bioteknologi Hijau


Bioteknologi hijau berfokus pada bidang agrikultur,  mengembangkan tanaman rekayasa genetika, serta untuk meningkatkan hasil panen. 

Bisa juga untuk memperkenalkan sifat-sifat tanaman yang memberikan keuntungan sehingga dapat tumbuh di wilayah dengan cuaca dan hama tertentu. 

Di beberapa kasus, ilmuwan mengidentifikasi sebuah karakteristik, menemukan gen yang menyebabkannya, dan memasukkan gen tersebut ke tanaman lain sehingga tanaman tersebut memiliki sifat yang diinginkan. 

Misalnya, lebih tahan hama dan menghasilkan panen yang lebih besar dari sebelumnya.

Contoh bioteknologi agrikultur adalah menciptakan varietas tanaman baru (misalnya yang tahan hama secara alami tanpa perlu disemprot pestisida), biopestisida, dan biofertilizer.

Jenis hama dan biopestisida yang berkorelasi satu sama lain.


Ada pula seleksi buatan untuk tanaman dan hewan (selective breeding). 

Contohnya, mengawinkan hewan dengan sifat yang paling diinginkan dengan hewan lain sehingga menghasilkan keturunan yang baik (misalnya hewan lebih besar, lebih tahan penyakit, dan lebih jinak agar proses peternakan lebih menguntungkan).


3. Bioteknologi Putih


Bioteknologi putih berkaitan dengan bidang industrial, penerapan bioteknologi ini untuk tujuan industri, termasuk industri fermentasi. 

Bidang ini merancang proses dan produk yang lebih efisien energi, rendah polusi, dan rendah konsumsi sumber dayanya, sehingga dapat mengalahkan versi tradisional.

Bioteknologi industrial menggunakan sel seperti mikroorganisme atau komponen sel seperti enzim untuk menghasilkan produk di sektor yang berguna secara industri, seperti makanan dan pakan hewan, zat kimia, deterjen, kertas dan bubur kertas, produksi zat kimia, tekstil, bahan bakar hayati, dan biogas.

Beberapa jenis bahan bakar hayati yang dimanfaatkan oleh manusia.

Penggunaan teknik biologi molekular modern juga mengurangi dampak lingkungan proses industri yang bermacam-macam. 

Misalnya mengurangi emisi gas rumah kaca dengan menggunakan bahan mentah yang bisa diperbaharui untuk menghasilkan bermacam-macam zat kimia dan bahan bakar serta beralih dari ekonomi berbasis petrokimia.

Contoh bioteknologi industrial adalah biokatalis (misalnya memproduksi enzim untuk mensintesis zat kimia dalam kuantitas komersial menggunakan bioteknologi), fermentasi (misalnya jagung sebagai pengganti minyak bumi untuk menghasilkan zat kimia), serta mikroorganisme (berfungsi dalam produksi zat kimia untuk merancang dan menghasilkan plastik atau tekstil baru dan dalam perkembangan sumber energi baru yang berkelanjutan seperti bahan bakar hayati).


4. Bioteknologi Abu-abu


Bioteknologi abu-abu berkaitan dengan bidang lingkungan. Bioteknologi lingkungan adalah teknologi yang digunakan dalam pengolahan limbah dan pencegahan polusi. 

Tujuannya untuk menjaga keragaman hayati serta membuang polutan atau kontaminan menggunakan mikroorganisme dan tanaman untuk mengisolasi dan membuang banyak jenis zat, seperti logam berat dan hidrokarbon.

Teknologi tersebut bisa lebih efisien membersihkan banyak limbah dibanding metode konvensional, serta secara signifikan mengurangi ketergantungan kita akan metode pembuangan berbasis lahan.

Contoh bioteknologi lingkungan adalah bioremediasi, yakni pengembangan enzim bioreaktor yang tidak hanya mengolah beberapa komponen limbah makanan dan industri dengan zat kimia sebelum dibuang, tapi juga memungkinkan pembuangan secara efisien melalui sistem selokan tanpa menggunakan mekanisme pembuangan sampah padat.

PUPR menerapkan bioremediasi untuk Kali Item.


Rabu, 04 Januari 2023

INOVASI TEKNOLOGI BIOLOGI --- MATERI KELAS X SEMESTER GENAP --- KURIKULUM MERDEKA --- (Bagian 1)

"Biologi adalah studi tentang organisme hidup dan interaksi mereka dengan satu sama lain dan lingkungan mereka."

Inovasi di bidang biologi merujuk pada pengembangan dan implementasi ide-ide, teknologi, dan metode baru di bidang ini. 

Ada banyak bidang biologi yang potensial untuk inovasi, termasuk kedokteran, pertanian, dan konservasi lingkungan. 

Beberapa contoh inovasi terbaru di bidang biologi meliputi pengembangan teknologi editing gene seperti CRISPR (Clustered Regularly Inter-spaced Short Palindromic Repeats), penggunaan drone untuk upaya konservasi, dan penggunaan machine learning untuk menganalisis dan menafsirkan data biologi.

Bagaimana awal mula perkembangan inovasi teknologi biologi? Apa saja dampak inovasi tersebut bagi kehidupan manusia? Mari kita pelajari bersama!

A. Apa itu Inovasi Teknologi Biologi?
Ada cabang ilmu Biologi yang mempelajari tentang ragam inovasi dan teknologi. Saya yakin kalian pasti tahu jawabannya apa. Yep! Tepat sekali!
BIOTEKNOLOGI.

Bioteknologi itu apa sih?
Bioteknologi adalah cabang ilmu Biologi yang mempelajari tentang pemanfaatan organisme atau agen biologis untuk kepentingan manusia, agar manusia dapat mendapat manfaat berupa produk atau jasa dari organisme tersebut.

Secara umum inovasi dalam Bioteknologi dapat dibagi menjadi dua, berdasarkan praktik pelaksanaannya:
1. Bioteknologi konvensional
2. Bioteknologi modern

Ilmuwan menemukan strain bakteri (Ideonella sakaiensis) pemakan limbah plastik.
Gambar diatas hanyalah ilustrasi.
(Sumber: Kompas)


B. Inovasi Teknologi Biologi secara Konvensional
Bioteknologi konvensional memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Memanfaatkan mikroorganisme secara langsung.
  2. Melibatkan enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme untuk proses fermentasi.
  3. Tidak melibatkan manipulasi dan rekayasa proses yang rumit, manusia hanya menyediakan tempat dan makanan untuk tumbuh-kembang mikroorganisme.
Proses fermentasi menjadi ciri khas dalam Bioteknologi konvensional. 
Fermentasi dalam bioteknologi konvensional dapat dimaknai sebagai proses perubahan kimiawi yang disebabkan oleh suatu mikroorganisme, melalui serangkaian proses aktivitas enzim.

Fermentasi dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, fermentasi berdasarkan mikroorganismenya, dan fermentasi berdasarkan hasil produknya.

Berdasarkan mikroorganisme yang berperan, fermentasi diperantarai oleh bakteri dan jamur.
Contoh bakteri dan jamur yang berperan dalam proses fermentasi antara lain sebagai berikut:

Bakteri Lactobacillus bulgaricus. (Sumber: Microbzpedia)

Bakteri Bifidobacterium sp.. (Sumber: specialtyenzymes)

Jamur Aspergillus wentii. (Sumber: Britannica)

Jamur Rhizopus oryzae. (Sumber: researchgate)

Berdasarkan hasil produknya, fermentasi dapat dibagi menjadi dua: fermentasi yang menghasilkan produk alkohol dan non-alkohol. 

Contoh fermentasi yang menghasilkan produk alkohol antara lain: tape, sake, ciu, wine, arak, dan sejenisnya. 

Beraneka macam wine, proses fermentasi dari anggur hingga terbentuk wine dibantu oleh mikroorganisme. (Sumber: Kompas)

Sementara itu untuk fermentasi yang menghasilkan produk non-alkohol antara lain: yoghurt, nata de coco, kecap, tempe, menjes, keju, dan sejenisnya.

Berbagai macam keju, tekstur dan rasa keju yang beranekaragam dipengaruhi oleh karakter komposisi bahan dasar susu serta jenis bakteri yang digunakan oleh artisan. (Sumber: Kompasiana)

Berikut ini saya cantumkan jenis produk hasil Bioteknologi konvensional dan mikroorganisme yang berperan pada proses pembuatannya:
  1. Tape : Saccharomyces cerevisiae, Amylomyces rouxii, Candida pelliculosa
  2. Sake : Saccharomyces cerevisiae, Aspergillus oryzae, Staphylococcus sp., Bacillus sp., Lactobacillus sp.
  3. Yoghurt : Lactobacillus bulgaricus
  4. Nata de coco : Acetobacter xylinum
  5. Kecap : Aspergillus wentii
  6. Tempe : Rhizopus oligosporus

C. Inovasi Teknologi Biologi secara Modern
Bioteknologi modern memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Memanfaatkan mikroorganisme secara tidak langsung.
  2. Melibatkan enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme.
  3. Menggunakan seluruh atau hanya bagian tertentu dari mikroorganisme.
  4. Melalui proses kajian ilmiah yang mendalam.
  5. Melibatkan fermentasi, rekayasa biokimia, dan biomolekuler.
  6. Melibatkan manipulasi dan rekayasa proses yang rumit.
  7. Biasanya digunakan dalam industri modern. 
Berdasarkan tujuannya, pengaplikasian Bioteknologi modern dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  1. Perbanyakan individu
  2. Pengubah sifat
  3. Perbaikan lingkungan
Mari kita bahas secara lebih dalam!!
1. Perbanyakan individu
Proses ini dilakukan secara vegetatif. Perbanyakan individu secara vegetatif dilakukan tanpa melalui proses perkawinan. Hasil akhir dari proses perbanyakan ini akan tercipta individu yang memiliki karakter sama persis seperti induknya.

Proses perbanyakan individu secara vegetatif dapat dilakukan terhadap mikroorganisme, hewan, dan tumbuhan.

Perbanyakan mikroorganisme dengan menggunakan Bioteknologi modern sering dikenal dengan istilah kultur sel. Salah satu contoh representatifnya adalah Protein Sel Tunggal (PST). Perbanyakan ini meliputi organisme jamur, bakteri, dan alga.

Tampak kultur alga pada wadah aquarium. (Sumber: Tafshare)

Perbanyakan untuk tumbuhan, dikenal juga dengan istilah kultur jaringan tumbuhan.
Kultur untuk perbanyakan tumbuhan memanfaatkan sifat khusus pada jaringan tumbuhan yaitu "totipotensi". Totipotensi adalah sifat jaringan pada tumbuhan yang dapat membuatnya berkembang menjadi tumbuhan lengkap dengan akar, batang, dan daun.

Langkah pelaksanaan kultur jaringan tumbuhan. (Sumber: Kemdikbud)

Perbanyakan hewan dapat dilaksanakan dengan teknik transplantasi nukleus. Contoh yang paling terkenal dari teknik ini adalah domba Dolly. Berikut ini adalah langkah kloning domba Dolly.

Langkah percobaan cloning domba Dolly yang diujicobakan pada tahun 1996.
(Sumber: Encyclopedia Britannica)

2. Pengubah sifat
Tujuan proses Bioteknologi ini adalah mengubah sifat suatu organisme sehingga pemanfaatannya lebih menguntungkan bagi manusia. Beberapa teknik yang dikenal adalah iradiasi, hibridoma, dan rekayasa genetika.

Iradiasi adalah pengubahan sifat suatu organisme dengan cara diinduksi dengan radioaktif. Contohnya adalah penyinaran gamma terhadap lalat buah, sehingga lalat tersebut mandul.

Hama lalat buah pada jeruk. (Sumber: Dinas Ketahanan Pangan)

Hibridoma merupakan penyatuan (fusi) dua sel yang berasal dari organisme yang sama atau dari organisme yang berbeda. Sel hibridoma mengandung campuran gen yang berasal dari kedua sel tersebut. Sel hibridoma sebagai suatu teknik dalam bioteknologi merupakan peleburan sel limfosit dan sel kanker (sel mieloma).

Bagan singkat teknik hibridoma. (Sumber: Erlanggapedia)

Rekayasa genetika adalah upaya untuk melakukan modifikasi molekul genetik dari suatu organisme sehingga diperoleh sifat baru yang dimiliki. Berikut ini adalah contoh langkah rekayasa genetika.

Bagan sederhana langkah pembuatan insulin dengan memanfaatkan teknik rekayasa genetika.
(Sumber: Ruangguru)



3. Perbaikan lingkungan
Perbaikan lingkungan dengan memanfaatkan Bioteknologi, dikenal dengan istilah bioremediasi. 

Bioremediasi adalah suatu proses yang menggunakan organisme hidup untuk membersihkan atau mengurangi kontaminan di dalam lingkungan. 

Ini adalah metode yang ramah lingkungan untuk mengatasi masalah pencemaran, dan sering digunakan untuk menangani pencemaran tanah, air, dan udara. 

Bioremediasi dapat menggunakan bakteri, fungi, atau tanaman yang dapat memecah atau mengubah kontaminan menjadi bentuk yang lebih tidak berbahaya.

Beberapa kategori pemanfaatan organisme melalui bioremediasi adalah: Bioakumulasi, Biodegradasi, dan Biokonversi.

Bioakumulasi adalah kemampuan suatu organisme untuk menyerap dan mengakumulasi cemaran pada lingkungan.

Biodegradasi adalah kemampuan suatu organisme untuk mengurai cemaran.

Biokonversi adalah kemampuan suatu organisme untuk mengubah cemaran menjadi zat yang lebih tidak berbahaya. 

Contoh proses bioremediasi. (Sumber: Microbe Notes)


















Kamis, 12 Agustus 2021

Cinta dan Senyawanya... (?) [Part 1]

Candid Prof. Amin, Beliau tertawa mendengarkan celoteh kami saat bercanda.
Foto ini diambil saat melaksanakan perjalan
menuju Pacitan. (Sumber : Dokumentasi Pribadi)


#Estimasi durasi baca : 5-7 menit
#Rekomendasi waktu baca : Saat sesi teabreak, sewaktu senggang

Hey yo! Whats goin` on lately?
Hope you in a good shape 😃
I wanna reach you all, through phone or some social media platform, but it seems rather tough
Firstly, lemme tell you, nggak seperti sebelumnya.. postingan kali ini dibuat sambil mendengarkan beberapa karya indie dari musisi dalam negeri. Sebisa mungkin nggak baper parah selama menulis, 
and truthfully I wanna you enjoy it..
Please stay tune, dan silahkan menikmati..

Oke, Bismillah... 😊
Ada gak dari kalian yang pernah tiba-tiba ingat sesuatu yang random saat sedang menikmati rintik hujan turun dari langit?
Hujan dan ingatan, memang sesuatu yang ajaib.. 
kombinasi dari keduanya bisa membangkitkan memori, 
yang sometimes bittersweet..

-----(Playlist : Kota - Dere)
.
.
Hujan kali ini membuat saya mengingat tentang seseorang..
-----Bukan... ini bukan kenangan sentimental tentang orang yang pernah singgah sekejap dalam hidup.. 

Ini tentang obrolan kami dan Prof. Amin saat sedang berada didalam mobil, perjalanan yang menyenangkan menuju Pacitan. 

Kala itu, Prof. Amin mendapatkan kiriman tautan video. Pengirim tautan tersebut adalah rekannya sesama profesor, dari Universitas Brawijaya. Sambil bercanda dengan kami, Beliau tiba-tiba bertanya, "Eh, Kalian tahu lagu ini nggak? Katanya lagu ini sedang hits ya?". Karena penasaran, kami meminta Beliau memutar video tersebut. Sejurus kemudian kami tertawa, lagu yang diputar memang sempat populer pada masanya.. judulnya "Sayang", dipopulerkan oleh Via Vallen.

Reda tertawa kami, sempat kemudian kami bergumam ringan.. menyamakan nada dengan alunan suara Mbak Via Vallen. Setelah lagu berakhir, saya menyeletuk.., "Tahu gak.. lagu "Sayang" sebenernya punya kemiripan sama lagu asli Jepang yang sempat booming di tahun 1998-an loh..". Prof. Amin memutar kepalanya, kearah jok belakang.. Beliau penasaran dengan trivia yang saya ucapkan barusan.. "Oh ya..? Sini coba Bapak putarkan.. Judulnya apa, Mas?", tanya Beliau sambil tersenyum. 

Lagu yang saya maksudkan adalah "Mirai e", dibawakan secara outstanding oleh Kiroro.
Berkisah tentang rasa sayang dan cinta kepada ibunya, ini yang memberikan nuansa berbeda dengan lagu Sayang.. Ada rasa syahdu dan haru yang menyeruak dari dada kami, karena masing-masing dari kami mengingat sosok Ibu.
-----Saya belum mengucapkan terimakasih kepada Prof. Amin, saat itu Beliau sangat sabar mendengarkan celoteh receh yang keluar dari mulut saya. 

Karena saat itu suasana sedang mellow -and it`s not a good things when we have had a long journey- tiba-tiba ada adek tingkat kami berinisiatif to brighten up our mood, dia menanyakan tentang pengalaman Prof. Amin berkuliah di Jerman. Dengan senang hati Beliau bercerita, mengeksploitasi semua kenangan Beliau sendiri saat menuntut ilmu di Dresden.. Jerman.
-----and It was an amazing story that had been told.

Iseng saya bertanya, tentang tulisan Beliau yang membahas perihal cinta.
Beliau tertawa, sambil menyatakan rasa heran, kenapa saya sampai sebegitunya tahu (kepo). Tulisan itu dibuat saat Beliau studi disana,..
saat Beliau memandangi belahan jiwanya. Katanya, Beliau tidak bisa melupakan momen tersebut, saat mereka (Prof. Amin, istri, dan anaknya) kedinginan didalam apartemen.. salju sedang turun deras diluar sana..

Saya merasa jatuh cinta dengan apa yang yang Beliau sampaikan, sangat indah, pun sarat makna. Sepengamatan saya, tatapan dan senyum yang terangkai diwajahnya.. senantiasa berubah menjadi lebih lembut saat bercerita tentang keluarga. Beliau sosok kebapakan yang sangat peduli kepada anak-anaknya (baik anak biologis maupun ideologisnya).

Sepertinya akan cukup panjang tulisan ini, izinkan saya menyambung pada tulisan berikutnya... Anggap-lah ini sebagai teaser yaa,.. 😉

-----(Playlist : Sesuatu Di Jogja - Adhitia Sofyan)
.
.
Poin menarik dari tulisan dan cerita Beliau, cinta bisa dijelentrehkan melalui beberapa disiplin ilmu. Menilik cinta dari sisi sastra, akan sangat menyentuh bagi mereka yang madly in love with literacy and books things (may be?). Sedangkan menilik cinta dari sisi sains, bisa jadi adalah cara unik seorang saintis meluapkan rindu dendamnya. Who knows..?
-----Oh ya, Tulisan ini juga diperuntukkan untuk memenuhi janji kepada seorang teman, janji yang disampaikan di salasatu sudut tempat makan, di Kota Malang. Wes yoo rek, janjiku wes arep tak lunasi yoooo.. 😂

Sampai jumpa pada part berikutnya.... 


Malang, 12 Agustus 2021
Sorot cahaya mentari pagi, sangat indah. 

Minggu, 08 Agustus 2021

(Profesor) Amin yang Serius

Prof. Amin (mengenakan baju koko putih), bersama dengan Prof. Azis,
saat itu sedang menghadiri monitoring dan evaluasi
program World Class Professor 2017,
di gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Malang. (Sumber : Dokumentasi Pribadi)




#Estimasi durasi baca : 10 menit
#Rekomendasi waktu baca : Pagi hari menjelang Subuh
        
        Semester empat dan lima, untuk mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Biologi, adalah salah satu semester yang penuh tantangan. Well, yeah, desas-desus ini sudah saya dengar semenjak awal mula menjejakkan kaki di Universitas Negeri Malang. Nggak tahu kenapa, banyak kakak tingkat (kating) yang memberikan semacam early warning, agar siap menghadapi kedua semester tersebut. 

        "Dua jenjang semester yang terberat saat kamu belajar disini, kudu siap mental, lahir, bathin, dan juga harus lebih sabar menghadapi teman..", kurang lebih begitu wejangan yang diberikan oleh hampir semua kating tercinta. Karena pada saat itu saya masih benar-benar kurang memahami seluk-beluk dunia perkuliahan walhasil saya percaya saja. 😀 Hehehehe.

        Jujur, yang terlintas didalam otak saya -seorang lelaki muda yang baru saja lulus Sekolah Menengah Atas (SMA)- nantinya saya akan menghadapi matakuliah yang banyak, dengan tugas kuliah yang tiada berakhir, dan dosen dengan cara mengajar seperti Profesor Snape... sosok pengajar yang ada dalam novel fiksi Harry Potter. Sempat ciut juga nyali saya pada saat "ditakut-takuti" oleh kating. Nyesel banget, kenapa saya harus ciut saat kating berbagi pengalaman kuliahnya dulu, secara tidak sadar pada saat itu sudah ada bibit mental blocking..

        Kenyataannya bagaimana? Kuliah itu seru banget kok, bener deh. Kalau diberikan kesempatan, saya mau banget kuliah lagi. Hal yang paling saya sukai adalah mendapatkan ilmu dan pelajaran yang fresh dari dosen dan teman-teman. Bahkan saking serunya, tiga semester nggak terasa udah saya lalui dengan cukup sukses. Bahkan, pada saat semester tiga, saya sempat diamanahi untuk menjadi asisten dosen pada matakuliah Botani Tumbuhan Rendah. Sungguh pengalaman yang sangat berharga. 

        To make it short, sampailah perjalanan belajar saya pada semester empat dan lima. Jumlah sistem kredit semester (SKS) cukup banyak, 22-24 SKS. Matakuliah yang harus kami pelajari juga banyak.. seingat saya ada 8-10 matakuliah. Tugas yang menurut saya cukup melelahkan adalah membuat makalah dan laporan praktikum. Tugas yang lain, insyaAllah terasa ringan saja. 

        Sempat pada saat itu saya mengalami brainfog, singkatnya saya merasakan penurunan kapabilitas berpikir... otak terasa agak lemot dalam menerima materi perkuliahan. Saya ingat betul, saat itu semester lima, matakuliah Genetika II. Sore hari, sekitar pukul 15.30 WIB.. sorot mentari senja datang tanpa ampun dari sisi barat.. menyerang ruangan kelas laboratorium Genetika di Gedung Biologi lantai tiga. 

        Saya mengajak untuk ikut membayangkan suasana yang kami alami saat itu. Kelas terasa penuh sesak, diisi oleh 20-an mahasiswa dari offering BBB. Belum lagi, puluhan mahasiswa dari offering lain yang juga harus mengerjakan proyek penelitian Genetika II. Kalau saya estimasikan, dalam satu kelas bisa mencapai lebih dari 50 orang. 

        Bagian Timur kelas kami ada dua white board besar, panjangnya sekitar 8 meter. Sisi dinding bagian Utara terdapat rak dari besi (kurang lebih segini ukurannya, panjang = 8 meter; lebar = 40 centimeter; tinggi = 2,5 meter).. ada empat susun, dan untuk menggapai rak tertingginya kami harus naik bangku/meja kuliah. Rak itu penuh dengan kardus berisi botol bekas selai, bagian dalam botol isinya adalah fermentasi jus pisang, kami memelihara Drosophila melanogaster sp. didalamnya.. dengan penuh cinta kasih. 

        Hampir seluruh bagian dinding sebelah Selatan kelas kami adalah jendela kaca yang cukup besar, ada 3 deret wastafel juga disana. Bagian Barat, ada susunan rak yang berukuran lebih kecil, lebarnya hanya seukuran botol selai.. Disini tempatnya strain indukan lalat buah yang kami pelihara (indukan lainnya disimpan dengan aman didalam ruangan asisten dosen, tepat dibagian belakang kelas). Oh iya, ada kompor juga, kami bergantian menggunakannya untuk memasak jus buah pisang. 

        Sesak sekali bukan kelas kami...? belum lagi deretan meja dan bangku kuliah.. wuah, membuat suasana kelas menjadi panas. Secara harfiah, panas dan membuat haus. Meskipun suasana riuh dibelakang kelas, serta crowded seperti hari sebelumnya... entah mengapa hati kecil saya berkata... akan ada hal yang berbeda pada kuliah hari ini.  

        Dosen pengampu matakuliah Genetika kami, Prof. Aloysius Duran Corebima, sedang berhalangan hadir.. sehingga digantikan oleh dosen yang lain. Sosok yang saat itu berdiri didepan kelas kami, adalah sosok yang asing. Beliau terlihat masih muda, mungkin pada saat itu usianya masih diawal 40-an. Terlihat enerjik, sat-set-sat-set, gerak cepat, tegas, dan berwibawa. Beliau adalah Prof. Dr. agr. H. Mohamad Amin, S.Pd., M.Si.

        Selama presentasi kelompok, beliau menyimak dengan seksama isi materi yang disampaikan oleh teman-teman kami. Sambil sesekali membuka gawai dan membalas pesan dari kolega Beliau. Maklum, Beliau adalah orang yang sibuk, selama perkuliahan tidak hentinya gawai milik Beliau bergetar (tanda ada pesan masuk).. bisa mendapat kesempatan belajar dengan Beliau merupakan keberuntungan yang tak terhingga. Pada bagian akhir presentasi, seperti biasanya.. presenter kemudian menanyakan kepada audiens, apakah sekiranya ada materi yang belum secara jelas tersampaikan. Audiens pasif, dan dosen kami tiba-tiba marah.

        "Ayo.. semuanya, coba perhatikan saya. Kalian dengar tidak apa yang ditawarkan oleh teman-teman kalian yang sudah presentasi..?!", begitu Prof. Amin mulai membuka suara. 

        "Teman kalian sudah lelah menyusun materi, kalian seharusnya menghargai dengan mengajukan tanggapan dan pertanyaan!", sambung Beliau. Hening sejenak, audiens (terhitung saya juga didalamnya) hanya saling melirik satu sama lain. Bingung, apa lagi yang harus kami tanyakan... dan sejujurnya kami merasa kurang paham dengan apa yang dijelaskan oleh teman kami.

        "Kalian itu mahasiswa ya.. ingat, M-A-H-A-S-I-S-W-A! Yang kritis, lah.. masa harus disuruh-suruh, dipaksa-paksa biar bisa kritis?! Sudah gedhe gini, harusnya Saudara malu kalau tidak bisa berpikir dan bersikap kritis!", tambah Beliau dengan nada tinggi. Audiens, terkejut. Hening, bahkan riuh-rendah dan hiruk-pikuk rekan kami yang sedang mengerjakan tugas proyek genetika terhenti. 

        Laa khaula wa laa quwwata illa BillahAduh, otak sedang tidak bisa diajak kerjasama..., saya melirik ke salah seorang mahasiswa tercerdas di kelas. Dia menggeleng dua kali.. kanan-kiri... kanan-kiri.., dari sorot matanya saya tahu dia masih belum punya bahan untuk bertanya. Masa iya saya harus mengajukan pertanyaan receh, yang iya malah saya yang dihabisi oleh dosen. Masih hening... tiba-tiba ada satu tangan teracung tinggi, dari deretan bangku belakang. 

        Saat itu teman saya mengajukan pertanyaan, lupa detailnya apa.. yang saya ingat adalah reaksi dari dosen kami.., "Duh, Mas, Mbak... mbok yo (bhs. Jawa : kurang lebih artinya sama seperti "tolong laah..." and sound a little bit desperate)... dipikir benar sebelum mengajukan pertanyaan.., ayo saya tunggu, mana lagi pertanyaannya?". Terlihat dari gesture-nya, Beliau tidak segan untuk menunjuk salah satu dari kami, agar mengajukan pertanyaan. 

        "Apa lagi ya..?", saya berpikir keras.., dan akhirnya saya memberanikan diri untuk mengangkat tangan. "Mohon izin, saya masih belum memahami proses modifikasi pasca transkripsi pada materi genetik.. mohon kelompok presenter berkenan menjelaskan poinnya". Saya cari aman saja, jangan sampai membuat dosen kami semakin marah. Syukurlah, ternyata tidak hanya saya yang merasa belum memahami materi tersebut.

        Menjelang akhir jam perkuliahan hari itu, dosen kami menyampaikan permintaan maaf karena tadi sudah memarahi kami semua. Beliau menyampaikan rasa kecewa, dan akhirnya harus meluapkannya dengan perasaan marah. Beliau menyesali hal tersebut, dan berharap kami semua berubah menjadi sosok yang lebih well-prepared. Tapi menurut saya, Beliau sama sekali tidak perlu meminta maaf kepada kami semua. Sudah seharusnya kami berjuang lebih keras untuk mempersiapkan materi dan menambah daftar pertanyaan yang nantinya akan kami ajukan ke presenter. Perkuliahan tersebut meninggalkan jejak mendalam dalam bathin saya. 

        Beliau, secara autentik menunjukkan perasaan kecewa dan marahnya. Apa yang Beliau sampaikan, terasa asli.. tidak dibuat-buat.. dan saya berani bertaruh apa yang Beliau sampaikan panjang lebar tadi tidak ditulis dalam script. Bahasa Beliau sangat tertata, sistematis, lugas, dan tidak bias. Terlebih..., apa yang disampaikan oleh Beliau terasa sangat tulus berasal dari hati, sehingga pesan tersebut menancap dalam sanubari kami. 

        Menjadi seorang murid, memang sudah sepatutnya merasa lelah. Letih yang dirasakan saat belajar, memanglah wajar. Teringat dengan ungkapan dari Arab.. 

Ù…َÙ†ْ جَدَّ Ùˆَ جَدَ
"Barangsiapa bersungguh-sungguh.. akan berhasil"

        Lebih bersungguh-sungguh berjuang mencari ilmu... Dan kemudian merasakan bahagia saat menemukan konsep dan pemahaman baru tentang ilmu tersebut. Memang sangat nikmat saat kita bisa mencerna apa yang sedang kita pelajari. Tiba-tiba secara random, saya teringat akan sosok jenius "Lintang" dalam serial novel yang ditulis oleh Andrea Hirata. 

        Dikisahkan ditengah sunyi dini hari, ditemani temaram lampu minyak, Lintang menekuni sebuah buku dan ensiklopedi. Lantas huruf yang sedang ia eja terlihat bergerak, kemudian menjelma menjadi puluhan.. ratusan... ribuan kunang-kunang,.. berkelip cahayanya laksana bintang. Insekta yang bisa memendar itu kemudian terbang, menyusup kedalam batok kepalanya.. menyinari sudut-sudut gelap pikirannya. Ilmu memang ibarat cahaya, pelita yang dengan setia akan menerangi bagian gelap nan pekat. 

        Well...., saya memang bukan Lintang.. dan kegiatan belajar saat itu dilangsungkan pada sore hari, bukan malam. Saya harus bolak-balik mengulang satu paragraf dalam buku untuk bisa paham benar isinya. Toh, yang terpenting adalah saya merasa senang. Ilmu memang milik Allah SWT, jika Dia berkenan... tak akan susah memahami isi bertumpuk-tumpuk buku... tak akan susah mengelaborasi interdisiplin ilmu... tak akan susah... (yang susah adalah memahami isi hatimu..., aih... 😭).
       
        Matahari semakin tenggelam, Maghrib menjelang. Perkuliahan harus segera diakhiri... Langkah saya menuju musholla yang tersedia di gedung Biologi terasa lebih ringan... sat-set-sat-set, otak juga lebih clear. Saya tidak pernah menyangka, sebuah pesan singkat dari seorang guru yang `alim.. yang disampaikan dengan tulus, secara apa adanya..., dapat mengubah jalan hidup anak didiknya dikemudian hari kelak.

        Ya Allah, ilmu adalah rezeki dari-Mu.. Mohon berikanlah rezeki berupa pemahaman agar aku mudah memahami rahasianya.

Malang, 8 Agustus 2021
Langit sedang mendung, tadi gerimis sempat menyapa..






PERUBAHAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP (Bagian 1) ---MATERI KELAS X SEMESTER GENAP--- KURIKULUM MERDEKA

 ----  KEGIATAN AWAL PEMBELAJARAN  ---- 📌  Note  : Pernahkah kalian mengamati sawah yang berada disekeliling sekolah? Bagaimana kondisi saw...